Membeli bisnis waralaba dipersepsikan banyak individu sebagai bisnis yang pasti untung, pasti sukses, cepat kaya, tidak perlu repot-repot atau tinggal ongkang-ongkang kaki. Benarkah paradigma tersebut?

Kesuksesan bisnis franchise itu ditentukan faktor terbesarnya oleh franchisee bukan hanya franchisor, padahal, paradigma yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa dengan membeli franchise , pengusaha tinggal angkat kaki dan menerima profit. ternyata paradigma tersebut tidak sepenuhnya benar 100%.

dalam beberapa kesempatan Andri (bukan nama sebenarnya) seorang franchisor bisnis pendidikan mengutarakan akan sikap franchiseenya yang acuh. dalam dua tahun berjalan hanya dua kali dia melakukan kunjungan ke outlet. tidak hanya itu program training yang sudah di susun untuk kepentingannya tidak di gubris sama sekali. paling pahitnya franchisee meminta cepat-cepat memetik untung sesuai yang dijanjikan franchisor.

berbeda dengan Andri, Ikhsan(bukan nama sebenarnya) lebih cerdik dalam meminang calon franchiseenya. Ia menerapkan proses seleksi yang sangat ketat. memang mencari franchisee yang ideal bukan perkara mudah rata-rata dari 50 orang yang mengajukan menjadi franchisee hanya 2-3 yang di setujui dan memenuhi syarat. bukan mereka tidak memiliki modal tapi rata-rata calon franchisee yang mengajukan hanya ingin sekedar menanamkan uangnya, tanpa mau bersusah payah menjalankan unit bisnisnya.

Ada 3 faktor utama untuk mencapai sukses dalam bisnis waralaba yaitu franchisor, franchisee dan ketiga, bagaimana memenangkan kompetisi baik sesama brand maupun kompetitor.

Tanya Waralaba Klinikita