Posted | 0 comments

“Mewawancarai adalah suatu keahlian, dan sekaligus sebuah seni. Kepercayaan diri dan efektifitas anda akan bertambah dengan semakin bertambahnya pengalaman anda”

Setiap wawancara dilaksanakan dalam beberapa tahapan, sangat mirip dalam drama, masing-masing tahap memiliki tujuannya sendiri dan dimaksudkan untuk mencapai target tertentu.

Ketika membuka sebuah wawancara, anda perlu memberi kenyamanan kepada pelamar yang sedang anda wawancarai, tentukan tujuan wawancara, terangkan bagaimana wawancara akan dilaksanakan.

Sebelum anda memulai wawancara, anda perlu  membuat pelamar merasa diterima dan nyaman. Dalam situasi social mana pun , anda perlu menerapkan sopansantun yang sudah umum seperti jabat tangan, mempersilahkan duduk dan obrolan ringan yang bersifat informal

 

Anda harus menyusun tahapan – tahapan yang akan di ikuti dalam wawancara agar anda dan pelamar memiliki kerangka acuan untuk wawancara tersebut. Tujuan anda adalah membuat pelamar merasa nyaman dengan cara menjadikannya sedikit lebih akrab dan tidak menakutkan.

Anda perlu mengetahui kandidat tertarik pada jabatan ini atau tidak sebelum menghabiskan waktu lebih banyak dengan menyelesaikan keseluruhan wawancara.

Anda mungkin perlu mengatakan hal seperti “ untuk memastikan sama-sama jelas tentang apa yang akan kita kerjakan hari ini, coba anda terangkan apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini dan apa yang anda pahami tentang pekerjaan ini dengan demikian anda akan mengetahui lebih baik tentang harapan pelamar dan memastikan bahwa pelamar memahami tentang wawancara ini akan dilakukan.

Pertukaran informasi merupakan inti dari wawancara, ini adalah tahapan dimana anda akan mengumpulkan informasi yang anda perlukan untuk membuat keputusan perekrutan yang beralasan. Anda harus menanyakan pertanyaan yang tepat, meminta respons yang tepat, sambil terus mengevaluasi ekspresi verbal dan non verbal si pelamar. Selama pertukaran informasi, anda akan mengumpulkan informasi tentang riwayat kerja, latar belakang pendidikan dan tujuan professional.

Setelah anda meminta seluruh informasi yang anda perlukan untuk membuat keputusan pilihan perekrutan yang beralasan, sekarang saatnya untuk menutup wawancara, pada saat ini anda perlu menutup celah yang ada , persilahkan pelamar untuk bertanya dan ciptakan system yang memungkinkan tindak lanjut dari wawancara ini.

“Waktu dimana para employer paling sering memasuki area terlarang adalah saat pembukaan wawancara. Obrolan nonformal dapat menuju pada pembahasan secara tidak sengaja tentang hal-hal pribadi yang tidak berkaitan dengan persyaratan kerja”.

Sumber Daya Manusia sangat penting untuk menjalankan bisnis , sehingga tahapan dalam wawancara perlu disiapkan dengan baik oleh Human Resources agar bisnis berjalan sesuai dengan keinginan pimpinan perusahaan.

 

Sumber : Human Resources Book : Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis

Share This:

Tinggalkan Balasan