Acara Workshop Edukasi Mendirikan dan Mengelola Bisnis di Bidang Kesehatan

Acara Workshop Edukasi Bisnis Klinikita, “Bagaimana Mendirikan dan Mengelola Klinik Kesehatan”, sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas keikutsertaan peserta pada acara workshop yang dilaksanakan pada tanggal 9-10 Desember 2017 di Hotel Santika Semarang, acara workshop tersebut dilaksanakan dengan pembicara Bapak Maulana Adrian  selaku pendiri dan pemilik dari Klinikita PT Dokter Moez Indonesia, materi yang disampaikan meliputi bagaimana mendirikan klinik, mengelola dan mengembangkan klinik Kesehatan. untuk mendirikan sebuah klinik kesehatan, perlu sebuah tempat yang strategis dengan analisa survey yang bagus, hal ini diperlukan untuk pengembangan dan pemasaran Klinik kedepannya. dalam mendirikan sebuah klinik Kesehatan memerlukan ijin yang diperlukan sebagai legalitas dari sebuah bisnis yang akan dijalankan. ijin tersebut meliputi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Lokasi, SPPL/UKL UPL, Ijin Klinik, dan persyaratan lain yang diperlukan dalam proses pendirian Klinik Kesehatan. setelah materi dari mendirikan klinik dilanjutkan dengan materi mengelola Klinik Kesehatan, dimana pada sesi materi mengelola kesehatan disampaikan bagaimana mengelola pendapatan Klinik yang berasal dari pendapatan dari customer yang datang berdasarkan perhitungan pendapatan jangka panjang, dengan memberikan pelayanan yang baik kepada pasien karena customer merupakan hal penting dalam proses pengelolaan Klinik Kesehatan. selain dari customer faktor yang tidak kalah penting dalam mengelola klinik adalah SDM, dimana SDM mempunyai peran penting dalam melakukan pelayanan kepada customer, pelayanan yang baik akan memberikan sistem marketing yang baik pula, karena sistem marketing sangat penting dalam operasional Klinik. selain itu pimpinan dalam sebuah Klinik Kesehatan juga sangat penting dalam mengelola jalannya bisnis kesehatan, seperti yang di ilustrasikan dalam sebuah kendaraan bus, terdapat kendaraan, sopir, dan penumpang, kendaraan diibaratkan sebagai Klinik, Sopir diibaratkan sebagai pimpinan dalam Klinik, dan penumpang sebagai karyawan Klinik. ketika sopir mampu mengendalikan bus dengan baik maka akan berjalan dengan baik dan sampai pada tujuan, serta penumpang pun akan senang karena kendaraan di kendalikan dengan baik, sebaliknya jika sopir tidak mampu mengendalikan dengan baik maka penumpang pun akan tidak senang dengan kendali dari sopir tersebut dan akan menyebabkan bus tersebut kecelakaan atau mengalami kerusakan.

Tahapan – Tahapan Dalam Wawancara

“Mewawancarai adalah suatu keahlian, dan sekaligus sebuah seni. Kepercayaan diri dan efektifitas anda akan bertambah dengan semakin bertambahnya pengalaman anda”

Setiap wawancara dilaksanakan dalam beberapa tahapan, sangat mirip dalam drama, masing-masing tahap memiliki tujuannya sendiri dan dimaksudkan untuk mencapai target tertentu.

Ketika membuka sebuah wawancara, anda perlu memberi kenyamanan kepada pelamar yang sedang anda wawancarai, tentukan tujuan wawancara, terangkan bagaimana wawancara akan dilaksanakan.

Sebelum anda memulai wawancara, anda perlu  membuat pelamar merasa diterima dan nyaman. Dalam situasi social mana pun , anda perlu menerapkan sopansantun yang sudah umum seperti jabat tangan, mempersilahkan duduk dan obrolan ringan yang bersifat informal

 

Anda harus menyusun tahapan – tahapan yang akan di ikuti dalam wawancara agar anda dan pelamar memiliki kerangka acuan untuk wawancara tersebut. Tujuan anda adalah membuat pelamar merasa nyaman dengan cara menjadikannya sedikit lebih akrab dan tidak menakutkan.

Anda perlu mengetahui kandidat tertarik pada jabatan ini atau tidak sebelum menghabiskan waktu lebih banyak dengan menyelesaikan keseluruhan wawancara.

Anda mungkin perlu mengatakan hal seperti “ untuk memastikan sama-sama jelas tentang apa yang akan kita kerjakan hari ini, coba anda terangkan apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini dan apa yang anda pahami tentang pekerjaan ini dengan demikian anda akan mengetahui lebih baik tentang

Bisnis dengan Franchise ??? Menguntungkan atau Merugikan ?

Bisnis secara Franchise memang meberikan kelebihan dan kekurangan , saat ini banyak sekali bisnis franchise yang berkembang di masyarakat, baik untuk perorangan ataupun kelompok yang akan bekerja sama untuk membuka bisnis franchise. Bisnis franchise meliputi bidang makanan , otomotif, kesehatan, dll. dalam sebuah bisnis di tentukan oleh dana dan jiwa bisnis dari seseorang yang ingin menjalankan suatu bisnis, dana yang cukup untuk memulai bisnis hingga jiwa yang sesuai dengan jenis bisnis yang di inginkan. Setiap bisnis mempunyai resiko, seperti halnya bisnis dengan system franchise, memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebelum membahas kelebihan mari kita bahas kekurangan dari bisnis franchise terlebih dahulu. Kekurangan dari bisnis franchise seperti :

– Kurang kendali

Kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreatifitas pun terkadang tidak bisa diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.

– Sangat terikat dengan supplier

Untuk mendapatkan keuntungan yang mencukupi, tentunya setiap pengusaha menginginkan modal yang kecil. Salah satu caranya adalah mencari supplier yang murah. Dengan menggunakan sistem waralaba, pihak pemasok barang pun telah ditentukan. Sehingga kita tidak bisa memilih lagi supplier yang lebih murah.

– Ketergantungan pada reputasi waralaba lain

Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal ini juga akan mempengaruhi waralaba yang anda kelola.

Mempercepat BEP

Salah satu performa bisnis franchise yang selalu dipertanyakan oleh para franchisee sebeum membeli hak waralaba biasanya menyakngkut berapa lama bisnis tersebut bisa BEP(Break Event Point). point ini sangat wajar dipertanyakan, karena setiap pebisnis punya motivasi yang sama, yakni meraih untung.

Semua outlet franchise sangat mungkin untuk bisa meraih BEP secara cepat, tetapi ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus diperhatikan.

1. Tahap Pertama

Sebelum membeli franchise, pada tahap ini pelaku usaha harus mengamati beberapa hal. pertama bisnis yang dijalankan lyak tumbuh, disini, franchisee harus jeli melihat model atau induk bisnisnya. tidak jarang para pelaku usaha yang langsung memfranchise kan usahanya sebelum meraih BEP. karena itu sebuah bisnis harus berjalan sekitar 4-5 tahun sebelum di franchisekan.

2. Tahap Kedua

Tungguin outlet franchisornya seharian, hal ini untuk melihat bagaimana franchisor menjual produknya dan mengukur tingkat laku dan tidaknya produk yang dimiliki franchisor.  lihat juga trend nya selama 3 tahun, tahan atau tidak.

Setelah membeli franchise franchisee bisa melakukan upaya untuk mempercepat BEP, ada beberapa cara yang disarankan oleh Tung Desem Waringin(TDW) diantaranya marketing revolution.

Langkah pertama ini agar bisnis ramai diminati konsumen :

  • Unlimited Advanted(Nilai Tambah). Nilai tambah bisa berupa harga murah, parkir gratis dan juga hal-hal yang bisa membuat konsumen penasaran

  • Sensational Offer. tawaran yang lebih menggiurkan kepada konsumen untuk melakukan aksi pembelian. Sensational Offer ini menurtu Tung Desem Waringin ada tiga yakni hadiah, diskon dan limit.

  • Powerfull Promise Misal dengan memberikan garansi yang luar biasa.

Langkah Kedua Berikan penawaran yang konsumen tidak bisa menolaknya.

Langkah Ketiga copy writing yang harus mengena dengan target market. dan keempat gunakan 12 jurus yang cukup ampuh dan sangat mengena terhadap market yaitu press release publishity, reference, endhorshment, iklan utamakan dengan barter, direct sales, direct agent, direct mail, house benefersary, telemarketing, joint venture, canvasing/pameran, dan seminar.

Kunci dari mempercepat BEP ini terletak pada marketing, kontrol dan SDM, tiga hal ini menjadi satu kesatuan untuk mengukur SDM itu baik, bisa dilihat dari produtifitasnya yang harus terkait langsung dengan penghasilannya.

Jika produknya tidak mendukung, sistem marketing nya tidak jalan dan salesnya tidak punya passion, akan menjadi kendala bagi bisnis yang dijalankan untuk meraih BEP secara cepat.

 

 

Sumber :Be Entrepreneur Be Rich With Franchise

 

Memilih Lokasi Waralaba

Salah satu faktor kesuksesan waralaba adalah lokasi waralaba, lokasi yang strategis sangat penting sebelum memulai bisnis waralaba, karena lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha.

Jika belum memiliki bayangan lokasi strategis yang di pilih, dapat meminta bantuan kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi yang akan dipilih.

franchisor akan melakukan studi pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. riset ini salah satunya untuk mengetahui potensi lokasi tersebut dan berbagai informasi yang dibutuhkan.

Tempat usaha yang dipilih mutlak harus strategis, ramai dan mudah diakses dari mana saja, tempat parkir yang luas bahkan ada istilah No Parking No Business. Ada beberapa point penting untuk pertimbangan memilih lokasi usaha, antara lain:

 

  1. Kepadatan penduduk. kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha.
  2. Penghasilan. Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakat, maka lokasi itu tidak tepat,karena itu, perlu di cermati bagaimana penghasilan penduduk di area yang akan jadi  lokasi waralaba.
  3. Jumlah Usaha. Apakah banyak usaha berpengaruh di lokasi ? apakah ada kompetitor di area tersebut?
  4. Tempat. Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha,seperti perumahan, pinggir jalan, sentra usaha dan sebagainya.
  5. Jumlah Trafik. berapa banyak kendaraan yang lalu lalang dilokasi itu perharinya? apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis(plang) ? Apakah lokasinya mudah di akses?
  6. Pusat kedatangan.
  7. Akses Karyawan. Lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan. Usahakan mencari karyawan yang dekat dengan lokasi usaha.
  8. Zona. pastikan lokasi usaha cocok dengan usaha yang akan didirikan.
  9. Kompetisi. Pertimbangkan tingkat kompetisi usaha yang ingin di jalankan pada wilayah yang akan di jadikan tempat usaha.
  10. Lingkungan. Lingkungan disekeliling lokasi tidak mengganggu franchise yang akan di dirikan.

 

Sumber : Be Entrepreneur Be Rich With Franchise

 

Paradigma “Ongkang-Ongkang Kaki” dalam bisnis Waralaba?

Membeli bisnis waralaba dipersepsikan banyak individu sebagai bisnis yang pasti untung, pasti sukses, cepat kaya, tidak perlu repot-repot atau tinggal ongkang-ongkang kaki. Benarkah paradigma tersebut?

Kesuksesan bisnis franchise itu ditentukan faktor terbesarnya oleh franchisee bukan hanya franchisor, padahal, paradigma yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa dengan membeli franchise , pengusaha tinggal angkat kaki dan menerima profit. ternyata paradigma tersebut tidak sepenuhnya benar 100%.

dalam beberapa kesempatan Andri (bukan nama sebenarnya) seorang franchisor bisnis pendidikan mengutarakan akan sikap franchiseenya yang acuh. dalam dua tahun berjalan hanya dua kali dia melakukan kunjungan ke outlet. tidak hanya itu program training yang sudah di susun untuk kepentingannya tidak di gubris sama sekali. paling pahitnya franchisee meminta cepat-cepat memetik untung sesuai yang dijanjikan franchisor.